Pelatihan Pembuatan Kerajinan Berbahan Daur Ulang

5
(1)
Pelatihan pembuatan kerajinan berbahan daur ulang barang-barang tak terpakai, dengan peserta anak-anak muda (Yayasan Wahana bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Pemerintah Kota Probolinggo, 2002).

LAPORAN HASIL KEGIATAN

Pembinaan Kewirausahaan Kelompok Usaha Bersama Melalui Pelatihan dan Pendampingan Teknologi Industri Kecil Kerajinan Daur Ulang (Recycled Handicraft)

  1. RASIONAL

Bahwa untuk lebih memasyarakatkan pola hidup produktif sekaligus menambah pendapatan masyarakat yang secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat, diperlukan suatu upaya peningkatan kemampuan dalam bidang ekonomi produktif.

Sebagai salah satu upaya, usaha kerakyatan dalam wadah kelompok usaha bersama dirasa lebih sesuai dengan iklim budaya masyarakat sekaligus menyuburkan rasa kebersamaan. Sedangkan jenis produksi kelompok yang akan dikembangkan adalah kerajinan tangan berbahan dasar bahan bekas (recycled goods), disamping harganya terjangkau oleh semua kalangan, memiliki kekhasan / keunikan tersendiri dan banyak diminati oleh banyak kalangan, termasuk wisatawan, juga berwawasan lingkungan.

  • TUJUAN
  1. Memberikan bekal keterampilan industri kecil kepada masyarakat agar dapat dikembangkan dalam rangka menambah pendapatan.
  2. Membentuk kelompok usaha bersama yang memproduksi barang kerajinan berbahan dasar alami / bahan-bahan daur ulang.
  3. Menanamkan budaya dan jiwa entrepreneurship di kalangan pemuda.
  • OUTPUT
  1. Terlatihnya 20 orang warga masyarakat ( pemuda, laki-laki dan perempuan ) dalam usaha bersama kerajinan tangan daur ulang.
  2. Terbentuknya kelompok usaha bersama kerajinan tangan bahan alami/ daur ulang.
  • SASARAN PROGRAM/ PESERTA

Sasaran program/ peserta adalah warga masyarakat Kota Probolinggo yang terdiri dari para pemuda lepas sekolah, belum produktif, dan mau mandiri, sebanyak 20 orang.

  • HASIL KEGIATAN
  1. Pelatihan

Waktu dan tempat pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 – 25 April 2002, bertempat di Kantor Kelurahan Mangunharjo, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo.

Materi

Hari I : 24 April 2002 : 08.00 – 14.15 WIB

  • Pembukaan ( 08.00 – 09.30 WIB )

Pelatihan diawali dengan pengantar oleh Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kota Probolinggo, yang menyampaikan/ melaporkan latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini, peserta, beserta pembiayaannya. Dilanjutkan dengan sambutan pembukaan oleh Asisten Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo.

  • Pelatihan Teknis Keterampilan Kerajinan ( 09.30 – 14.15 WIB )

Setelah acara pembukaan berakhir pada pukul 09.30 WIB, istirahat sejenak sambil menikmati snack, dilanjutkan dengan pelatihan teknis keterampilan pembuatan kap lampu/ tempat koran dari karung goni dan toilet dinding, oleh Tim Instruktur WAHANA, mulai pukul 10.00 – 14.15 WIB.

Penggolongan materi keterampilan kerajinan ( item dan desain produk) untuk para peserta sebagai berikut :

  1. Kap Lampu dan tempat koran dari karung goni, ( 2 desain ) : 15 orang peserta.
  2. Tempat alat-alat tulis ( 1 desain ) : 7 orang peserta.
  3. Buku Notes ( 1 desain ) : 8 orang peserta.
  4. Kap lampu dari kayu dan cermin / toilet dinding : 5 orang peserta.

Tiap peserta sedikitnya menguasai 2 desain produk. Pada hari pertama pelatihan, para peserta membuat kap lampu dan tempat koran dari karung goni ( 15 peserta ), dan kap lampu dan cermin/ toilet dinding ( 5 orang ).

Perkembangan pada hari pertama :

  • Penguasaan dasar : 100 % ( 20 peserta telah menguasai prinsip dasar pembuatan produk ).
  • Teknis pembuatan :
  • Kap lampu dari karung goni : 14 orang peserta telah mampu menyelesaikan produk kap lampu dari karung goni hingga 90 % hasil. (Barang sudah jadi secara keseluruhan, tinggal finishing : memberi cat, plitur, vernes). Sedangkan 1 orang peserta menyelesaikan hingga 40% ( bingkai dan lapisan karung, tinggal hiasan dan merapikan rajutan, dan finishing ).
  • Kap lampu dari kayu : 100 % hasil.
  • Cermin/ toilet dinding : 50% hasil.

Hari II : 25 April 2002 : 08.00 – 14.20 WIB

  • Dialog dengan Dinas Kopindag dan Bank Jatim ( 08.00 – 10.20 WIB )

Pada hari kedua pelatihan ini, terlebih dahulu para peserta diajak berdialog dengan nara sumber dari Dinas Kopindag dan Bank Jatim, tentang pengembangan keterampilan kerajinan ini dalam bentuk usaha bersama yang dapat dinikmati hasilnya secara bersama-sama pula. Acara dipandu oleh Wawan Kuswandoro didampingi oleh Anis Lailiana, Syamsul Arief, Arief Syaiful Rahman dan Ira Catri Nastiti ( WAHANA ) dengan pembicara Bpk. Hardianto ( Dinas Kopindag ) dan Bpk. Harry Sunarno ( Bank Jatim Cabang Probolinggo ). Acara dikemas dalam bentuk dialog dan tanya-jawab secara interaktif, sehingga interaksi antara peserta dan nara sumber terjadi dengan sangat leluasa, bebas dan bergulir dalam suasana kekeluargaan yang akrab dan hidup, dengan bahasa pergaulan yang pas dengan selera peserta (Bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa ),  sehingga penyampaian pesan-pesan menjadi lebih efektif dan peserta pun tidak segan ( sungkan) menyampaikan gagasan-gagasan dan harapan-harapannya. Posisi tempat duduk peserta dan nara sumber ditata setengah lingkaran dengan jarak yang amat dekat satu sama lain.

Dialog yang lebih mirip diskusi ini berlangsung selama ± 2 jam, mulai pukul 08.15 – 10.20 WIB.

Dalam dialog tersebut, Pak Hardianto menyampaikan peran pemerintah, dalam hal ini Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Kopindag) dalam memfasilitasi produktivitas dan kreativitas masyarakat untuk mengembangkan usaha bersama. Beliau menyampaikan program Dinas Kopindag dalam membantu dan mengembangkan sektor industri kecil kemasyarakatan, melalui pelatihan, baik yang diadakan di tingkat lokal, maupun propinsi untuk pengembangan SDM, pengembangan produksi, promosi pemasaran, bahkan pengembangan permodalan. Dalam hal memfasilitasi pengembangan industri kecil ini, pihaknya siap menghubungkan para industriawan kecil ini dengan pihak lain, misalnya kelompok usaha menengah dan besar (perusahaan, supermarket, dsb.) juga bank ( dalam hal ini Bank Jatim ). “Untuk mengembangkan produksinya, kami siap merekomendasikan usaha kecil tersebut kepada Bank Jatim agar dibantu permodalannya, bila memenuhi persyaratan”, ungkap Pak Hardianto. Para peserta banyak yang menanyakan bantuan dalam bentuk pengembangan / promosi produk, permodalan dan prosedur pengurusan ijin usaha. Pak Hardianto menerangkan, bahwa sesuai dengan tugas dan fungsi Kopindag, pihaknya selalu mempermudah pengurusan apapun, termasuk ijin usaha.

Sedangkan Pak Harry Sunarno dari Bank Jatim Cabang Probolinggo menyampaikan peran Bank Jatim dalam mendorong pengembangan Kelompok Usaha Bersama melalui permodalan usaha. Bank Jatim selama ini sangat concern dengan pengembangan potensi industri kecil masyarakat. Beliau mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dan selalu hadir, bila diundang untuk acara pelatihan semacam ini. Hanya saja, yang diinginkan oleh Bank Jatim, hendaknya pelatihan ini bisa dikembangkan terus, tidak setengah-setengah (istilah beliau, panas-panas tahi ayam), pada awalnya semangat, setelah itu redup dengan sendirinya. Beliau menyatakan pihaknya siap membantu permodalan dengan persyaratan yang mudah bahkan tanpa jaminan, dan bunga rendah ( 6% pertahun), dengan syarat jenis usahanya jelas, perputaran modal ( cash-flow ) walaupun tidak cepat, tetapi jelas/ pasti, dan usia usahanya minimal 1 tahun. Dan yang yang lebih penting, lanjut Pak Harry, pengembalian pinjamannya secepat peminjamannya. “Biasanya minjemnya cepet, mbayare angel” keluh Pak Harry yang dalam penyampaiannya banyak menggunakan bahasa Jawa, seolah tidak mau kalah dengan pemandu acara. Berkaitan dengan pengembangan usaha, supaya tidak macet produksinya dan macet kreditnya seandainya mendapatkan kredit, Pak Harry banyak memberi tips memilih jenis produk untuk diversifikasi produk, dan kiat pemasaran yang efektif. Sehingga peserta tertarik untuk belajar lebih banyak, sehingga walaupun singkat, acara diskusi berubah menjadi arena konseling pemasaran. Dalam memilih jenis produk, lanjut pak Harry, hendaknya diperhatikan jenis barang yang jarang ada, atau bahkan belum ada di pasaran, dan menarik. Lebih-lebih jika barang tersebut memiliki kemungkinan bakal digunakan banyak orang, dan harganya terjangkau. “Wah kalau itu sih dari dulu juga begitu” seloroh salah satu peserta. Acara dialog berakhir pukul 10.20 WIB.

  • Pelatihan Teknis Keterampilan Kerajinan ( 10.20 – 13.30 WIB )

Dilanjutkan dengan materi pelatihan teknis keterampilan kerajinan pembuatan tempat alat-alat tulis dan buku notes oleh Tim Instruktur WAHANA. Jenis produk kali ini lebih cepat pengerjaannya dibanding kap lampu dari karung goni pada hari pertama. Dan rupa-rupanya Pak Harry penasaran ingin tahu barang kerajinan yang sedang dibuat oleh para peserta pelatihan. Tatkala beliau mengetahui, beliau langsung tertarik, terutama tempat alat-alat tulis, yang bentuk dan desainnya unik. Pak Harry langsung memesan barang tersebut untuk diletakkan di meja kantornya sambil promosi, katanya. Beliau berjanji akan memperkenalkan barang tersebut ke jajaran Bank Jatim Cabang Probolinggo. Beliau menyatakan tertarik dan cukup lama mendampingi WAHANA memberikan penjelasan-penjelasan dan saran-saran kepada para peserta. Sebelum meninggalkan ruangan, Pak Harry menyarankan agar nantinya juga mengembangkan produksi pada produk sejenis, yang dibutuhkan banyak orang, seperti penjepit dasi dari bahan sejenis, apalagi ada logo perusahaan atau kantor tertentu, sehingga ada kemungkinan untuk dipakai oleh seluruh karyawan/ pegawai pada perusahaan/ kantor tersebut.

Perkembangan pada hari kedua :

  • Penguasaan dasar : 100 % ( 20 peserta telah menguasai prinsip dasar pembuatan produk ).
  • Teknis pembuatan :
  • Tempat alat-alat tulis : 7 orang peserta telah mampu menyelesaikan pekerjaan hingga 90%.
  • Buku Notes : 8 orang peserta telah mampu menyelesaikan pekerjaan hingga 90%.
  • Kap lampu dari kayu : 100 % hasil.
  • Cermin/ toilet dinding : 100% hasil.

Pelatihan teknis keterampilan kerajinan tempat alat-alat tulis dan buku notes berakhir pada pukul 13.30 WIB.

  • Diskusi Rencana Tindak Lanjut Pendampingan Kelompok ( 13.30 – 14.15 WIB )

Usai pelatihan teknis keterampilan kerajinan, dilanjutkan dengan diskusi mengenai rencana tindak lanjut berupa pendampingan di kelompok-kelompok, sampai mampu menghasilkan barang yang layak jual dan mampu membuat usaha kelompok secara mandiri. Pada diskusi ini WAHANA menyampaikan gagasan gambaran/ desain pendampingan kepada peserta, berikut aspek teknisnya. Peserta menyambut dengan beberapa ungkapan harapan pembinaan yang melekat (pendampingan), terutama aspek promosi pemasaran. Mereka berharap setidaknya ada ruang pamer yang mudah dilihat banyak orang. Pada tahap awal sebelum ada ruang pamer yang representatif, WAHANA bersama peserta mengupayakan adanya ruang pamer sederhana, disamping memulai untuk memperkenalkan produk.

Peserta mengusulkan agar peserta dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing berjumlah 7 dan 8 orang untuk mengembangkan produk kap lampu/ tempat koran, tempat alat-alat tulis dan buku notes. Sedangkan 5 orang yang memproduksi kap lampu dari kayu dan toilet dinding, lebih memilih membentuk kelompok sendiri, karena pertimbangan lokasi dan keahlian/ketrampilan. Menilik dari perkembangan saat pelatihan, kelompok ini terlihat telah berpengalaman dan sudah bisa mandiri dalam kreasi produk dan keterampilan, bahkan sudah punya pangsa pasar, dibanding dengan 2 kelompok lainnya.

Berkenaan dengan pendampingan kelompok, peserta menyepakati dilakukan secara bergiliran/ dijadual, sehingga bisa dilakukan secara rutin/ tetap. Sedangkan jenis produknya dibuat dengan kreasi yang sebebas-bebasnya, dalam pengertian, sentuhan kreasi artistiknya bebas menurut imajinasi pembuatnya, dengan tetap memperhatikan selera konsumen/ pasar.

Kegiatan pendampingan pertama dijadual sebagai berikut ( jadual kegiatan pendampingan selanjutnya dibahas lagi di kelompok masing-masing ) :

  KELOMPOK   LOKASIWAKTU
  KELOMPOK A :   ZAINAL ARIFINNUR HAFIFAH HAGUS WIDIYANTOJAKA MUSTIKARYAWANANDRI SUSENOBUDI ANSYAHMIFTACHUL ULUMSYAIFUL RAHMAN    Jl. R.A. Kartini 6, Kel. Sukabumi, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo.  Minggu, 12 Mei 2002, pukul 08.00 WIB – selesai.
  KELOMPOK B :   A.R. JEFFRYJEANAGUS SUGIYANTOELIANA ARFIANTIIKA APRILIANTIRENDRA HADI SAPUTRAJOHAN    Jl. MH. Thamrin 6, Kel. Sukabumi, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo  Minggu, 28 April 2002, pukul 08.00 WIB – selesai.
  • Rencana Tindak Lanjut : Pendampingan Kelompok.

Untuk mencapai hasil yang lebih baik dan keberlanjutan program ini, maka setelah pelatihan dilakukan pembinaan-pembinaan secara intensif kepada kelompok-kelompok yang telah dibentuk ( pendampingan ), dilakukan oleh WAHANA.

Berdasarkan kesepakatan dengan para peserta, ditentukan rencana pendampingan :

  1. Tindak Lanjut Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Produk

1.1. Kegiatan                  :  

  1. Latihan bersama/ pertemuan rutin.
  2. Konsultansi dan problem solving.
  3. Membuat produk kerajinan di tempat masing-masing.

      1.2. Materi kegiatan      :

  1. Finishing produk hasil pelatihan.
  2. Memperhalus desain.
  3. Menentukan komposisi bahan, warna dan motif.
  4. Memperhitungkan bahan dan alat.
  5. Kreasi dan desain baru.

1.3. Target                       :

  1. Peserta menguasai seni artistik kreasi produk, desain lebih menarik dan rapi, sehingga layak jual.
  2. Peserta mampu menaksir alokasi bahan dan biayanya.
  3. Peserta mampu menentukan HPP ( Harga Pokok Penjualan ).
  1. Tindak Lanjut Promosi Pemasaran Hasil
  • Kegiatan                  : Melakukan promosi pemasaran produk.

2.2. Target                      : 

  1. Produk dikenal di masyarakat/ pasaran.
  2. Pangsa pasar mulai terbuka.
  1. Tindak Lanjut Pembinaan Manajemen Usaha Kelompok
  • Kegiatan                 : Pertemuan rutin.
    • Materi kegiatan      :
  • Mengelola usaha kecil secara sederhana.
  • Menejemen kelompok.

 3.2. Target                     :

  1. Peserta yang merupakan kelompok-kelompok memahami pengelolaan usaha kecil secara sederhana.
  2. Persiapan embryo koperasi produksi kerajinan kap lampu, tempat koran, tempat alat tulis dan buku notes.
  • PENUTUP

Demikian laporan ini disusun sebagai dokumentasi atas program kegiatan pelatihan dan pendampingan teknis kerajinan kap lampu, tempat koran, tempat alat tulis, dan buku notes di Kota Probolinggo, sebagai informasi dan referensi tambahan bagi upaya  pengembangan sektor industri kecil,  perdagangan dan koperasi. Semoga bermanfaat bagi semua kalangan yang berkepedulian terhadap pengembangan sektor usaha kecil.

Probolinggo, 26 April 2002

Tim Pelaksana

YAYASAN WAHANA

_________

Pelatihan lainnya:

Pelatihan pembuatan kerajinan berbahan manik-manik, dengan peserta ibu-ibu.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.