Mengelola KSM Menuju Pasar Global

0
(0)

Artikel ini disiapkan untuk bahan diskusi dengan teman-teman KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) pada acara lokakarya KSM se-Kota Probolinggo yang diselenggarakan oleh Forum antar Badan Keswadayaan Masyarakat se-Kota Probolinggo, pada tahun 2002.

Wawan E. Kuswandoro*)

SEIRING dengan rencana pergelaran otonomi daerah yang konon kabarnya menjanjikan kepada daerah untuk  mengelola sumber-sumber daya secara mandiri menuju kemakmuran lokal, -yang pada kenyataannya masih tarik ulur karena keengganan ‘orang-orang pusat’-, bagaimanapun telah mena-burkan sejumlah harapan dan semangat kerja yang ndak kayak biasanya, bagi kelompok-kelompok masyarakat.

Mereka seolah mendapat semangat baru untuk dapat lebih mengembangkan dirinya walaupun kalau ditanya mereka ndak akan mudheng apa itu otonomi daerah. Kalau ‘Sotomi Saerah’ jelas oneng ta’iye. Apa lagi, bersamaan dengan digulirkannya isu otonomi daerah, menggulir pulalah bantuan-bantuan untuk usaha kecil kemasyarakatan, termasuk P2KP yang memberikan kemudahan bagi kelompok-kelompok inisiatif masyarakat untuk lebih berkesempatan untuk mengembangkan dirinya. Ta’ osah kebeter tretan, poko’en bedde osaha, bedde niyat se sae, Insya Allah, bersama P2KP Anda aman, eh sukses, he..he.

Patut dibanggakan, bahwa pertumbuhan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menunjukkan gairah usaha yang baik. Asalkan bergairah pula mengembalikan pinjaman bantuan, he..he..sehingga perputaran modal dapat lebih merata, kepada orang-orang lain yang belum berkesempatan. Dengan demikian, kesempatan berusaha secara mandiri yang dikerjakan oleh masyarakat, dan (memang) untuk masyarakat, serta dari masyarakat sendiri (prakarsa-nya), dapat lebih berkembang luas lagi.

Usaha kecil kerakyatan ini terbukti paling tahan krisis, tatkala usaha-usaha besar banyak yang gulung tikar kena badai krismon, usaha kecil menengah KSM ini lha kok masih tahes. Dan Jepang pun konon kabarnya kata sahibul hikayat (karena penulis belum pernah kesono sih, tapi berita ini Insya Allah mutawatir deh, so, percaya aja) juga mengembangkan model bisnis UKM-KSM ini untuk menopang bisnis rak-sasanya. Nah lu! Mitsubishi yang besar itu bisa bertahan hidup (dan berkembang pesat gitu), karena ditopang oleh ratusan (bahkan ribuan) ‘UKM-KSM’ yang memproduksi bahan-bahan pendukungnya. Kalau Jepang aja gitu dan sudah membuktikan, gimana kita nggak pengen ikutan hebat ? 

Dalam skala mikro, UKM-KSM terbukti secara langsung dapat menopang perekonomian masyarakat (menambah peng-hasilan keluarga, bahkan banyak kasus menunjukkan sebagai usaha utama keluarga), dan dalam skala makro pun, ternyata UKM-KSM cukup sakti pula dalam menyelamatkan pereko-nomian bangsa. Nah kalau perekonomian bangsa tetap selamat sentosa terus, bukankah nasib kita wong cilik ini juga tetap selamat sentosa juga? Enggi, bunten?

Dalam era globalisasi ini pun, sebagai konsekuensi diterimanya WTO ( World Trade Organization), yakni organisasi perdagangan dunia ( wuik, opo iku? ) dan AFTA (perdagangan bebas Asia) tahun 2003,mau tidak mau semua negara, termasuk Indonesia, harus bermain dalam dunia kangouw yang namanya perdagangan internasional. Nah, disinilah  UKM-KSM kita ini diuji. Minimal dia harus “rela” dan ndak loro ati” melihat barang-barang buatan Cina, Thailand, Hongaria, Kanada, dsb bermunculan di desa-desa, menyaingi produk Mangunharjo.

De’remma tretan ? Siap ta’iye…Caranya gimana dong? UKM-KSM harus bersatu! Tingkatkan produktivitas, kualitas produk, biar konsumen ndak kecewa, pengelolaan usaha kelompok yang baik. Kalau UKM-KSM se Kota bersatu, kita akan semakin kuat menghadapi tantangan bersama-sama. Eropa aja bersatu kok…

*) Penulis adalah Pendiri dan Ketua Yayasan WAHANA. Disampaikan kepada Forum Komunikasi antar Badan Keswadayaan Kota Probolinggo dalam upaya pembelajaran good public governance dan good corporate governance di kalangan pengusaha kecil KSM se-Kota Probolinggo, 9 September 2002.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.